Postingan

Menampilkan postingan dengan label 🌃 Dunia Mimpi Kinari

Tangga Menuju Kota Yang Hilang #10

Gambar
  Kinari selalu menyukai perjalanan. Baginya, perjalanan bukan sekadar berpindah tempat, tetapi cara menemukan sesuatu yang tak pernah ia cari sebelumnya. Karena itulah, ketika teman-teman kuliahnya mengajak mengikuti ziarah ke sebuah kota bersejarah di pegunungan, ia langsung mengiyakan. Pagi itu, sebuah bus berwarna putih membawa mereka meninggalkan kampus. Di dalam bus terdengar suara obrolan, tawa, dan musik yang diputar pelan dari ponsel para mahasiswa. Di samping Kinari duduk sahabatnya, Rara, yang sejak awal tidak berhenti mengambil foto. "Kalau tempatnya sebagus yang ada di brosur, aku bakal upload semuanya," kata Rara sambil tertawa. Kinari hanya tersenyum sambil melihat ke luar jendela. Semakin jauh mereka melaju, pemandangan mulai berubah. Bangunan-bangunan modern perlahan menghilang, berganti dengan masjid-masjid tua yang megah. Kubahnya berwarna hijau dan biru. Dindingnya dipenuhi ukiran geometris yang rumit. Di beberapa tempat berdiri pesantren-pesantren tua de...

Rumah Biru di Ujung Gang #9

Gambar
  Pagi itu, Desa Cempaka tampak berbeda. Di sepanjang jalan raya yang membelah desa, truk-truk besar terparkir rapi. Kamera, lampu sorot, dan puluhan kru sibuk mondar-mandir. Di kiri jalan berdiri rumah-rumah dengan bentuk yang beragam; ada rumah panggung tua yang masih kokoh, rumah sederhana berdinding bata, hingga rumah besar bercat cerah yang tampak mencolok di antara hamparan sawah dan kolam ikan. Pohon-pohon tua menjulang di sepanjang jalan, menaungi desa yang biasanya tenang. Kinari berdiri di antara kerumunan warga dengan mata berbinar. Hari itu, aktor favoritnya, Shah Rukh Khan, sedang syuting di desanya. Awalnya ia hanya ingin menonton dari jauh. Namun rasa penasaran membuatnya terus mendekat. Hingga tanpa sadar, ketika kamera mulai merekam sebuah adegan kejar-kejaran, Kinari melangkah masuk ke dalam frame . "Hei!" terdengar seseorang berteriak. Tapi semuanya sudah terlambat. Para pemain mulai berlari. Dan anehnya, Kinari ikut berlari. Ia berlari melewati sawah yang ...

Perjalanan Pulang #8

Gambar
  Kinari tidak pernah menyangka bahwa sebuah perjalanan bisa terasa begitu nyata, padahal belum tentu pernah terjadi. Malam itu, perempuan berusia dua puluh lima tahun itu tertidur dengan kepala penuh pertanyaan. Tentang masa depan. Tentang pekerjaannya. Tentang mimpi-mimpi yang belum sempat ia kejar karena terlalu sibuk menjalani hidup yang dianggap "aman". Lalu ia terbangun di sebuah jalan desa. Atau setidaknya, ia mengira dirinya terbangun. Angin sore menyentuh wajahnya. Di depannya, seorang laki-laki mengendarai motor tua berwarna hitam. "Pegangan yang erat," kata laki-laki itu. Kinari mengerutkan dahi. "Aku kenal kamu?" Laki-laki itu tertawa kecil. "Belum." Motor melaju perlahan melewati deretan rumah panggung kayu. Jalan tanah yang lengang membentang di antara kebun-kebun hijau. Tidak ada suara klakson. Tidak ada gedung bertingkat. Hanya suara ayam, anak-anak bermain, dan desir angin yang menggesek dedaunan. Kinari mengenali tempat itu. Des...

Pernikahan Siapakah Ini? #7

Gambar
  Malam itu, Kinari merasa tidurnya terlalu lelap. Sampai-sampai ketika ia membuka mata, ia tidak langsung sadar bahwa dirinya sedang bermimpi. Ia berdiri di depan gerbang sebuah kompleks perumahan elit yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Jalanannya lebar dan bersih, dihiasi lampu-lampu taman berwarna kuning hangat. Deretan rumah besar berdiri anggun di kanan kiri jalan. Semuanya tampak mahal, tenang, dan hampir terlalu sempurna. Rumah-rumah itu didominasi warna putih dengan balkon hitam berlapis ukiran emas. Pilar-pilar tinggi berdiri kokoh seperti istana kecil. Pohon-pohon kamboja tumbuh rapi di halaman, sementara suara air mancur terdengar samar dari kejauhan. Kinari berjalan perlahan, bingung sekaligus kagum. "Aneh... aku pernah lihat tempat ini enggak ya?" gumamnya. Di salah satu rumah, ia melihat seorang perempuan melambaikan tangan. "Kinari!" Ternyata itu Salsa, teman lamanya yang sudah menikah. Salsa berdiri bersama suaminya di teras rumah besar bercat pu...

Suara Rumah Masa Kecil #6

Gambar
  Matahari sore menggantung hangat ketika Kinari menuruni angkot di ujung gang kecil yang sudah lama tidak ia lewati. Gang itu masih sama seperti belasan tahun lalu, jalan sempit dengan pohon mangga yang dahannya menjulur ke atas pagar rumah-rumah warga. Di ujung gang berdiri sebuah rumah besar yang menjadi tujuan kedatangannya hari itu. Putar musiknya untuk mengiringi supaya semakin terasa nostalgianya. Tapi, tidak pun tak mengapa. Tetap nikmati sesuai dengan selera.  Rumah itu tidak megah. Dindingnya sedikit kusam dimakan usia, jendelanya masih menggunakan kayu tua berwarna cokelat tua, dan lantainya bermotif klasik yang mengingatkan Kinari pada rumah neneknya saat kecil. Namun rumah itu terasa hidup. Suara orang bercakap-cakap bercampur tawa terdengar hingga ke luar pagar. Hari itu keluarga besar Pak Sumarna mengadakan syukuran sederhana setelah anak pertamanya diterima bekerja di kota. Hampir seluruh warga sekitar datang. Sumber: AI Generate ChatGPT Kinari melangkah masuk ...