Tangga Menuju Kota Yang Hilang #10
Kinari selalu menyukai perjalanan. Baginya, perjalanan bukan sekadar berpindah tempat, tetapi cara menemukan sesuatu yang tak pernah ia cari sebelumnya. Karena itulah, ketika teman-teman kuliahnya mengajak mengikuti ziarah ke sebuah kota bersejarah di pegunungan, ia langsung mengiyakan. Pagi itu, sebuah bus berwarna putih membawa mereka meninggalkan kampus. Di dalam bus terdengar suara obrolan, tawa, dan musik yang diputar pelan dari ponsel para mahasiswa. Di samping Kinari duduk sahabatnya, Rara, yang sejak awal tidak berhenti mengambil foto. "Kalau tempatnya sebagus yang ada di brosur, aku bakal upload semuanya," kata Rara sambil tertawa. Kinari hanya tersenyum sambil melihat ke luar jendela. Semakin jauh mereka melaju, pemandangan mulai berubah. Bangunan-bangunan modern perlahan menghilang, berganti dengan masjid-masjid tua yang megah. Kubahnya berwarna hijau dan biru. Dindingnya dipenuhi ukiran geometris yang rumit. Di beberapa tempat berdiri pesantren-pesantren tua de...