Takdir Pertemuan || Bunga Juang Revolusi #1
Tarian khas Sunda menjadi hiburan jamuan makan malam untuk tamu undangan pejabat Belanda dan bangsawan daerah. Di aula alun-alun tengah kota ini, berbaris bangunan arsitektur penuh ukiran bernilai seni tinggi. Makanan lezat berjejer, para tamu undangan mengenakan pakaian cantik saling beradu kemewahan. Gemerlap perhiasan nyonya-nyonya bangsawan mengalahkan indahnya gemerlap bintang malam. Semua hal itu dihasilkan dari keringat dan darah rakyat pribumi. Topik obrolan yang terdengar selalu tentang ekonomi dan politik. Itupun harus tentang sesuatu yang menguntungkan mereka. Mereka tidak mau tahu tentang penderitaan rakyat. Yang mereka lihat hanyalah silaunya sumber daya melimpah di bumi Pasundan ini. Sekelompok gadis muda nan anggun menari dengan selendang merah marun melambai mengikuti iringan musik gamelan. Beginilah yang dilakukan perempuan muda Sunda untuk menghibur para pejabat bangsa asing. Senang tidak senang, mereka lakukan. Tak sedikit pria-pria Belanda ini terpesona dengan...