Titanic : Film Genre Disaster Terbaik Sepanjang Masa

Film yang terinspirasi dari tragedi bersejarah ini menurutku adalah salah satu film disaster terbaik sepanjang masa. Totalitas dalam pembuatannya tentu menghasilkan karya luar biasa yang membekas di hati para penontonnya. Aku salah satunya. :)




Mungkin bagi sebagian orang Titanic itu identik dengan kisah cinta Rose dan Jack. Tapi bagiku, film ini memberikan banyak hal pembelajaran hidup yang bisa kita renungkan. Tetapi, bagaimanapun juga memandang peristiwa masa lalu dari kacamata masa kini tentunya akan menimbulkan banyak ketidaksesuaian. Jadi aku akan mencoba membahas hal-hal menarik dari film ini berdasarkan sudut pandangku pribadi.

Identitas Film
Judul Film          : Titanic (1997)
Sutradara           : James Cameron
Genre                  : Drama, Romance, Disaster, History
Pemeran Utama : Leonardo DiCaprio; Kate Winslet; Billy Zane

Oke, jadi langsung saja aku akan jabarkan hal-hal yang menurutku menarik dari film ini:
1. Film ini ada dialog yang seakan menjadi salah satu alasan tenggelamnya kapal Titanic. Aku yakin sebagian besar sudah tahu isi dialognya seperti apa. Jika kita kaitkan dalam kehidupan, bahwa ucapan itu sebegitu bisa berpengaruhnya. Kadang kesombongan itu menarik energi buruk alih-alih menunjukkan kekuasaan.

2. Mungkin dalam satu sudut pandang, Ibunya Rose, yang bernama Ruth itu terlihat materialistik, egois, dan menyetir anak perempuannya untuk bertunangan dengan Cal. Tapi, setelah aku dewasa, aku memandang apa yang Ruth lakukan itu justru demi kenyamanan hidup Rose sendiri. Mereka yang sudah terbiasa hidup nyaman, mudah, dan serba mewah, tentu akan sangat kesulitan jika harus "meninggalkan" gaya hidup itu akibat hutang yang ditinggalkan ayahnya. Nah, salah satu cara mudah bagi perempuan untuk mencapai atau mempertahankan kehidupan mewah itu ya salah satunya adalah dengan cara menikahi pria kaya. Namun, tentu saja sebagai perempuan muda dengan pemikiran darah mudanya Rose tak mau diatur seperti itu.

3. Sering kujumpai konten-konten video yang membahas tentang Cal. Banyak dari video tersebut yang menyayangkan Rose yang tidak mau bersama Cal. Dengan alasan bahwa Cal itu kaya, akan provide, peduli, dan sebagainya. Namun, ada sisi Cal yang menurutku sangat menakutkan yaitu sifat dominatif dan tempramental-nya. Kemudian ada yang membantah juga bahwa sikap Cal yang kasar ya karena Rose berani menemui Jack. Tapi menurutku, sikap kasar dan tempramen itu sangat sulit untuk dikendalikan, tidak terbayang jika hidup bersama dalam waktu yang lama dengan orang yang memiliki sifat seperti itu. Dia tak akan segan untuk menggunakan kekuatan dan kekuasaannya untuk mengendalikan hidup kita.

4. Berikutnya tentang fashion di film ini. Dengan latar belakang tahun 1912, tentu segala hal dibuat semirip mungkin dengan apa yang sedang trend pada saat itu. Jujur aku sangat suka dengan gaya pakaian awal abad 20 ini. Gaun-gaun indah. Penuh dengan detail-detail yang artistik. Setiap jengkal dari apa yang ditampilkan dalam film ini cukup memanjakan mata. 

5. Banyak scene yang sangat menegangkan dari film ini. Salah satu scene yang paling membekas bagiku adalah saat Jack dan Rose terjebak di antara pintu teralis, mereka berpacu dengan air yang terus menambah naik sedang mereka berusaha membuka kunci pintu tersebut, belum lagi kuncinya sempat jatuh. Itu benar-benar scene yang saat pertama kali aku menontonnya bikin nahan napas dan ngeri sendiri membayangkannya.

6. Aku sangat menyukai dengan background music film ini. Selain lagu My Heart Will Go On, setiap background music benar-benar match sekali dengan suasana lautan samudra luas. Jadi setiap kali musik itu diputar bayangan kapal besar yang tengah berlayar di luasnya samudra langsung datang dalam pikiran.

7. Aku membayangkan scene saat seorang ibu bersama kedua anaknya memutuskan untuk tinggal saja di kamar sedangkan air perlahan terus memenuhi ruangan tersebut. Ngeri banget banget banget. Itu artinya sama seperti kita tengah menghitung mundur waktu kematian kita sendiri.

8. Salah satu hal yang menurutku "lucu" adalah saat Rose yang sudah tua memutuskan untuk membuang kalung The Heart of The Ocean itu begitu saja. I mean like, buat apa kamu lakukan itu Rose? Why? Kenapa tidak kau simpan saja atau jadikan sebagai benda peninggalan di museum, or something else yang lebih berguna gitu lho, dijual misalnya. :D Kayak aku gak terima dia buang begitu saja itu kalung. :D

9. Tentang Rose yang merasa putus asa dalam hidupnya. Kadang aku berpikir kenapa sih dia merasakan hal itu? Bukankah dia seharusnya bisa menikmati kehidupan yang mewah, penuh dengan kenyamanan, rasa hormat, cantik pula, diinginkan oleh pria kaya raya. Namun, kemudian aku juga berpikir bahwa manusia itu memang tidak akan pernah merasa puas. Akan selalu ada harga yang harus dibayar. 

10. Pria seperti Cal itu memang dia menang dalam hal kekayaan dan kekuasaan, tetapi sikap arogan, egoisme, dominatif, itu bukanlah sikap yang bisa ditoleransi seumur hidup tuk menjadi pasangannya. Jadi kupikir setiap perempuan mungkin akan memilih untuk tidak bersama dengan pria seperti itu. Tetapi juga pria seperti Jack yang hidupnya berdasarkan pada keberuntungan, nomaden, berkeliaran kesana kemari, memang cukup atraktif untuk sekejap dengan banyaknya pengalaman yang bisa ia ceritakan, tetapi untuk bisa hidup jangka panjang dengan pria seperti itu juga cukup "menakutkan" menurutku. Tapi, bagaimanapun juga setiap manusia tak ada yang sempurna, begitupun kita sebagai perempuan.

11. Menurutku, Rose yang sudah tua ini bukan berarti dia gagal move on dan tidak menikmati hidup. Buktinya dia pun bisa menikah dan sampai memiliki cucu, jadi seiring berjalannya waktu semua pasti ada tempat tersendiri dan life must go on. Itulah yang dialami Rose. Begitupun kita, mungkin kita akan memiliki satu atau dua orang, peristiwa, atau momen apalah itu yang memiliki tempat tersendiri dalam hati dan ingatan kita, tapi tidak berarti kita menutup untuk kesempatan di masa depan.

12. Berkaitan dengan peristiwa nyata bersejarah tentang tenggelamnya Kapal Titanic. Aku sungguh tidak mampu membayangkan betapa menakutkan dan mengerikannya berada di tengah samudra dalam malam dini hari, gelap, kapal yang ditumpangi perlahan tenggelam, jeritan orang-orang, air yang begitu dingin, dan pikiran tentang anggota keluarga yang terpisah. Sungguh sangat sangat sangat mengerikan. Di mana kematian sudah berada di depan mata dengan pikiran yang sadar bahwa kecil kemungkinan untuk bisa selamat. Dan akhirnya segala harapan dan cita-cita ikut perlahan tenggelam bersama bekunya tubuh yang tak mampu melawan ganasnya alam.


Oke, Guys, jadi untuk refleksi film kali ini, cukup sekian. Nanti kalau aku ingat lagi akan segera aku update.
Untuk film ini aku beri rating 8.5/10 karena begitu penuh effort dan film yang niat banget.

See you!







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alasan Main Quora: Seru!

Shakuntala Devi: Sisi Lain dari The Human Computer

PAD MAN: Suami yang Lebih Dari Sekadar Mencintai