A Bird in A Cage : Mini Series Russia

Foto oleh Bahram Yaghooti: https://www.pexels.com/id-id/foto/bunga-bunga-kembang-gelap-kelam-9883628/



A BIRD IN A CAGE

Aku bukan orang yang suka dengan film series atau mini series, jadi kalau nonton film aku ingin yang sekali habis. Paling kalau ada yang menarik hatiku seperti sekuel dan sejenisnya, baru aku nonton filmnya.

Nah, awalnya aku scroll Youtube kemudian aku videonya yang berisi cuplikan-cuplikan singkat dari film-nya. Dan ternyata aku tertarik untuk menonton versi full movie-nya. Kemudian aku carilah di Youtube tapi tidak kutemukan dan aku pun bingung harus mencari dengan kata kunci apa karena bahasa dan tulisan dari video itu adalah bahasa Russia. Aku tidak paham dengan tulisannya.

Akhirnya aku mencoba bertanya pada ChatGPT dan menceritakan detail yang kudapatkan dari video pendek tadi, tapi jawaban yang diberikan ChatGPT masih kurang meyakinkan.

Berkali-kali kucoba hasilnya nihil. Hingga kemudian aku terpikir untuk mencari dengan Google Lens. Di situ aku yang baru kepikiran hal itu merasa begitu bodoh. Haha. Karena tidak kepikiran hal ini sejak awal. Dan akhirnya aku tahu lah mini series itu berjudul A Bird in A Cage.

Kucoba cari versi full-nya di Youtube dan memang ada karena mini series ini rilis tahun 2013 dan diunggah oleh akun yang sudah mengunggah mini series serupa yang jumlahnya sangat banyak.

Oke aku ceritanya terlalu panjang, ya? Maafkan.

Langsung saja berikut akan aku jabarkan poin-poin yang “menarik” bagiku dari film atau mini series ini.

  1. Aku bingung menyebut ini film atau mini series, karena terdapat empat episode atau bagian yang setiap bagiannya berdurasi 47 menit. Tapi supaya lebih singkat aku akan menyebutnya sebagai film saja, ya, Teman-teman.
  2. Film ini mengisahkan tentang seorang perempuan di sebuah desa Russia yang sudah bertunangan namun kemudian bertemu dan merasa nyaman dengan seorang pria dari kota yang datang ke kampungnya dengan maksud merestorasi lukisan di gereja itu. Kemudian ada hal-hal kecil yang membuat mereka semakin dekat dan ternyata mereka menjadi saling menyukai. Tokohnya bernama Stesha, Boris (pria dari kota), Egor (tunangan Stesha), dan banyak tokoh lainnya juga, tapi aku akan lebih fokus pada ketiga orang ini.
  3. Karena aku baru pertama kali menonton film Rusia, maka aku akan mengakui bahwa semua tokoh di film ini benar-benar sangat atraktif, cantik, tampan, dan memesona, bahkan hanya dengan balutan pakaian yang sederhana sekalipun. Karena film ini rilis tahun 2013 dan aku baru menontonnya tahun 2026 jadi ada beberapa hal yang outdated tapi aku masih bisa menoleransinya dan tetap nyaman ditonton.
  4. Tokoh pertama yang ingin kubahas adalah Stesha. Dia ini cantik banget, yaa ampun. Lugu, polos, lembut, ceria, dan atraktif. Tapi sayangnya dia terjebak pada hubungan toksik dengan tokoh Egor. Dan dia tidak mampu untuk melepaskan diri sepenuhnya dari kendali Egor. Di sisi lain aku suka sisi lembut dan polosnya itu, menunjukkan bahwa dia membutuhkan seorang pria yang melindungi dan mengayomi. Kemudian Stesha ini sifatnya selalu mengalah bahkan jika itu mengorbankan ketenangan jiwa dan raganya.
  5. Mungkin di beberapa tempat sifat-sifat perempuan seperti itu sudah menjadi suatu hal yang lumrah atau bahkan memang dipaksa lingkungan sosial untuk selalu sabar menerima apapun yang menimpa dirinya. Aku merasa sangat prihatin jika melihat ada  perempuan yang berada pada situasi sulit seperti ini. Tidak bisa mengekspresikan keinginannya sebagaimana mestinya. Harus selalu membahagiakan orang di sekitarnya.
  6. Kemudian untuk tokoh Egor. Secara postur aku suka dengan posturnya yang tinggi dan cocok disandingkan dengan Stesha, tetapi perangainya dia sebagai seorang pria yang tempramen, egois, tak segan untuk melakukan kekeresan, hingga selalu memaksakan kehendak itu langsung menjadi red flag dan tentu perempuan waras manapun akan berpikir ulang untuk memutuskan hidup bersama dengan pria seperti ini.
  7. Tokoh Boris, memang nampak seperti pria yang lembut, perhatian, tampan, berusaha memperjuangkan perempuan yang ia cintai, dan tulus mencintai Stesha. Aku juga suka dengan gayanya yang kalem dan memang auranya positif.
  8. Tapi.... Setelah aku selesai menonton ini kemudian kubaca beberapa komentar. Kebanyakan fokus pada sebenarnya orang yang paling patut disalahkan adalah Boris. Mengapa opini ini muncul. Alasannya sebagai berikut, pertama, dia adalah seorang lelaki yang memang sudah punya pacar. Kedua, dia tahu bahwa Stesha sudah bertunangan dengan Egor, tapi ia tetap berusaha mencari perhatian dan mendekati Stesha. Ketiga, dia berusaha menghalangi jalannya pernikahan Egor dan Stesha hingga terjadi pertumpahan darah dan menyebabkan kakaknya meninggal. Keempat, dia memilih untuk menikah dengan Natasha meskipun dengan kenyataan bahwa dia masih mengharapkan Stesha. Kelima, setelah menikahpun dia masih saja tertarik dengan Stesha dan melakukan extramarital affair hingga berujung menghasilkan seorang anak. Meskipun dia tetap menyayangi anak Stesha dari Egor. Intinya, Boris ini dengan santai mengambil banyak risiko demi bisa bersama dengan Stesha.
  9. Tapi.... Stesha ini seakan dia tak mampu untuk melepaskan diri begitu saja dari Egor, karena meskipun dia mendapatkan perlakukan kasar dari Egor, tapi Egor yang obsesif ini kadang menunjukkan rasa cintanya, jadi sebagai seorang perempuan, Stesha ini seakan dilema harus bagaimana.
  10. Pada saat Egor dipenjara, Stesha datang untuk meminta maaf atas segala yang sudah terjadi, dia merasa bahwa itu adalah salahnya, padahal menurutku andil yang paling besar adalah Boris. Hihi.
  11. Film ini benar-benar menyulitkan kita sebagai penonton untuk berpihak pada salah satu tokoh saja. Karena mau bagaimanapun semua tokoh di film ini tidak ada yang benar-benar sempurna dan itu tak apa-apa. Justru dengan memberikan gambaran tokoh-tokoh yang sifatnya tidak berfokus pada sisi hitam atau putih, ini menunjukkan bahwa memang seperti inilah kehidupan. Kadang apa yang kita anggap benar bisa saja itu menyulitkan orang lain. Begitupun sebaliknya.
  12. Secara visualisasi aku merasa apa yang dilakukan Egor ini common banget dengan cerita-cerita Wattpad dan platform menulis sejenisnya. Banyak yang mengglorifikasi sifat obsesif dan protektif. Banyak juga yang merasa bahwa sifat seperti itu adalah tanda cinta yang besar dan dianggap romantis. Padahal menurutku cinta yang sebenarnya adalah bukan mengekang seperti menautkan tali pada leher pasangan, bukan juga mengurung kebebasan pasangan bagaikan masuk pada sangkar burung. Cinta yang benar-benar besar dan tulus justru ingin membersamai orang yang dicinta untuk terus tumbuh bersama dan mampu mengekspresikan diri.
  13. Aku greget juga sebenarnya pada Stesha. Pada saat dia datang lagi pada Egor, kemudian dia juga punya hubungan dengan Boris yang sebenarnya sudah menikah dengan Natasha. Tokoh Natasha inilah yang juga jadi kena akibatnya.
  14. Oh iya, terkait alur ceritanya, karena memang mungkin efektivitas waktu dan tidak ingin menambah lagi episode sedangkan cerita masih panjang dan kompleks, jadi banyak sekali bagian scene yang disingkat seperti “beberapa bulan kemudian”; “beberapa tahun kemudian”; intinya banyak lompatan waktu yang kadang ini bikin “ganggu” juga kalau terlalu banyak, serasa lompat-lompat gitu. Kecuali kalau proses itu dibuat semulus mungkin.
  15. Aku juga suka sih dengan suasana desa di salah satu daerah Russia ini, dengan rumah-rumah kayu yang seperti di dunia dongeng. Furnitur antik. Gorden renda. Meja berukir, Pokoknya banyak detail-detail yang sangat fairytale. Dan aku sangat menyukainya.
  16. Aku cukup sedih juga sih pas bagian Stesha bertahun-tahun meninggalkan anak keduanya bersama Boris. Kemudian di kejauhan dia memerhatikan anaknya itu, bahkan dia melihat Boris menjemput dan sebagainya. Itu pasti menyakitkan banget sih.
  17. Jadi sebenarnya semua tokohnya melakukan dan memilih banyak keputusan yang salah sehingga merembet dan membawa kekacauan tak berujung. Tapi memang begitulah sifat manusia, kita kadang terlena dengan apa yang kita inginkan, tanpa memperhitungkan segala risiko yang mungkin bukan hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi bisa fatal menjadi lingkaran tak berujung.
  18. Aku cukup menikmati mini series ini. Lumayan seru untuk ditonton. Menurutku makna dari “A Bird in A Cage” ini merujuk pada Stesha yang benar-benar perjalanan hidupnya bagaikan terkurung dalam sangkar. Hingga di akhir film ada adegan saat kedua anaknya melepaskan burung dari sangkarnya dan terbang bebas.

 

Oke jadi itulah rangkuman hal-hal yang menarik bagiku dari film “A Bird in A Cage”, salah satu mini series Russia yang tidak hanya seru ditonton tapi juga banyak memberikan pembelajaran hidup. Aku beri rating 7/10 untuk film ini.

See you.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alasan Main Quora: Seru!

Shakuntala Devi: Sisi Lain dari The Human Computer

PAD MAN: Suami yang Lebih Dari Sekadar Mencintai